Pada tahun 2002 para Suster di Krakow-Lagiewniki telah menerbitkan sekumpulan doa berjudul MODLITWY W GODZINIE MILOSIERDZIA, artinya: Doa-doa pada Jam Kerahiman. Buku ini didahului dengan sebuah pengantar yang menjelaskan Jam Kerahiman secara cukup rinci.
Di Indonesia semakin banyak orang berdevosi kepada Kerahiman Ilahi. Namun, pemahaman mereka tentang Jam Kerahiman atau tidak lengkap atau malah salah. Semoga tulisan di bawah ini, yang dipetik dari buku para Suster di Polandia tersebut, membawa pengertian yang tepat tentang bagaimana Jam Kerahiman harus diadakan dan apa maksudnya.
* Nama Jam Kerahiman adalah sebutan Yesus sendiri bagi waktu kematian-Nya;
* Nama ini ditetapkan oleh Yesus pada thn 1937. Pada tahun itu Yesus bersabda, ”Pada pukul tiga sore, mohonlah kerahiman-Ku, khususnya untuk orang-orang berdosa; dan, meskipun hanya sebentar, benamkanlah dirimu di dalam Sengsara-Ku, khususnya di dalam kesendirian-Ku pada waktu menghadapi sakratulmaut. Inilah jam kerahiman yang besar bagi seluruh dunia. (#1320);
* Yesus tidak berbicara tentang jam arloji, yaitu 60 menit, melainkan tentang saat-saat terakhir hidup-Nya di bumi. Menurut tradisi Kristen kuno, Yesus menghembuskan napas terakhir sekitar pkl 15.00 petang;
* Himbauan tentang menghormati jam kematian-Nya diulang oleh Yesus bulan Februari 1938. Sabda-Nya, ”Setiap kali engkau mendengar bunyi jam yang menunjukkan pukul tiga sore, benamkanlah dirimu sepenuhnya dalam kerahiman-Ku, sambil menyembah dan memuliakannya; mohonlah bantuannya yang mahakuasa bagi seluruh dunia, khususnya bagi orang-orang berdosa yang malang; sebab pada saat ini kerahiman-Ku terbuka lebar bagi setiap jiwa. (...) Inilah saat rahmat bagi seluruh dunia – saat kerahiman yang mengalahkan keadilan.” (#1572);
* Pada saat kematian Yesus di salib, hendaknya direnungkan misteri kerahiman Ilahi, yang secara paling genap menjadi nyata dalam Sengsara dan Wafat Putra Allah. Sabda Yesus, ”Meskipun hanya sebentar, benamkanlah dirimu di dalam Sengsara-Ku, khususnya di dalam kesendirian-Ku pada waktu menghadapi sakratulmaut.” (#1320);
* Renungan tentang Sengsara Yesus seharusnya membawa kita kepada doa memuji-muji dan memuliakan kerahiman Yesus dan sekaligus kepada permohonan agar Ia menunjukkan belas kasihan-Nya kepada seluruh dunia, terutama kepada para pendosa yang paling memerlukannya;
* Selain itu Yesus menyampaikan beberapa pesan konkret, yaitu, ”Putri-Ku, berusahalah sebaik-baiknya untuk melaksanakan Jalan Salib pada jam ini, asal saja tidak terhalang oleh tugas-tugasmu; kalau tidak mungkin melaksanakan Jalan Salib, sekurang-kurangnya masuklah ke kapel barang sejenak dan sembahlah Hati-Ku yang penuh kerahiman dalam Sakramen Mahakudus; dan kalau untuk masuk ke kapel pun tidak mungkin, di mana pun kebetulan engkau berada, benamkanlah dirimu dalam doa, biarpun hanya sebentar.” (#1572);
* Untuk mengadakan Jam Kerahiman, tidak perlu mampir ke kapel/gereja dan tidak diperlukan banyak waktu. Cukuplah berdoa secara intensif sesaat saja dalam persatuan dengan Yesus di salib;
* Pada jam ini Yesus tidak menyuruh mengucapkan suatu doa-rumus tertentu, termasuk koronka! Tetapi dari segala janji-Nya dapat disimpulkan bahwa doa pada jam itu harus memenuhi sejumlah syarat, yaitu:
[1] Jam Kerahiman harus diadakan pada pkl 15:00 bukan pkl 03:00 pagi, sebab wafat Yesus dihormati secara khusus pada saat Ia mengalami ajal;
[2] Doa pada Jam Kerahiman harus ditujukan langsung kepada Yesus, bukan kepada Allah Bapa, atau Bunda Maria ataupun St. Faustina. Sabda Yesus, ”Pada jam ini, Aku tidak akan menolak apa pun yang dimohon oleh jiwa-jiwa yang mengajukan permintaan kepada-Ku demi Sengsara-Ku” (#1320). Namun boleh berseru meminta kerahiman Yesus dalam persatuan dengan Bunda Maria dan St. Faustina;
[3] Pada Jam Kerahiman hendaknya diadakan doa demi nilai pahala Sengsara Yesus yang pedih sehingga boleh berdoa begini, ”Aku/kami berdoa, ya Tuhan, demi sengsara-Mu yang pedih”. Jangan berdoa begini, ”Kami berdoa melalui perantaraan Bunda Maria”, ataupun, ”Inilah doa kami demi jasa Santa Faustina”;
[4] Permohonan kita pada Jam Kerahiman seharusnya selaras dengan kehendak Allah sebab inilah syarat setiap doa yang benar. Doa sendiri harus penuh harapan dan dilengkapi dengan tindakan-tindakan belas kasih nyata terhadap sesama sebab inilah syarat mutlak devosi ini;
* Yesus berjanji memberikan banyak rahmat kepada mereka yang mengadakan Jam Kerahiman. Sabda-Nya, ” Pada jam ini, Aku tidak akan menolak apa pun yang dimohon oleh jiwa-jiwa yang mengajukan permintaan kepada-Ku demi Sengsara-Ku” (#1320), dan, "Pada jam ini tidak akan Kutolak apa pun yang diminta seseorang demi sengsara-Ku” (#1320), dan, ”Pada saat ini kerahiman-Ku terbuka lebar bagi setiap jiwa” (#1572)
* Pkl 15:00 adalah waktu istimewa bagi semua orang yang berdevosi kepada Kerahiman Ilahi. Pada waktu itu mereka semua menghadap Tuhan di Golgota, hadir dekat salib Yesus, dan bersama Bunda Maria memuliakan kasih kerahiman Allah yang menjadi nyata dalam diri Putra-Nya sambil memohon belas kasih-Nya bagi seluruh jiwa.
Diterjemahkan dari bahasa Polandia oleh
Stefan Leks
